Peresmian Galeri Kreatif Semarang
Kota Lama Semarang adalah puteri tidur yang membutuhkan belaian kasih saying dari sang pangeran. Belaian itu diperlukan untuk membuatnya bangkit bersemangat bersolek diri agar semakin cantik..
Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi pihak-pihak yang bersedia turut tangan membantu penataan kawasan ini. Pasalnya, cukup banyak bangunan yang mangkrak dan tidak diketahui siapa pemiliknya.
Dengan adanya keterlibatan pihak ketiga, akan semakin mudah bagi Pemkot Semarang dan BPK2L untuk mengembangkan dan menata Kota Lama. Salah satunya adalah revitalisasi Gedung PT PPI untuk Galeri Industri Kreatif ini.
Karenanya, seluruh pihak diperlukan untuk campur tangan membenahi kawasan ini. Apalagi di tahun 2020, akan diajukan sebagai world heritage ke Unesco
“Tidak hanya menawarkan industri kreatif dari sisi fashion tapi juga kuliner, furnicur, handicraft dan lain-lain. Teman-teman pedagang barang kuno juga kami ajak masuk kemari salah satunya untuk menghindari kekumuhan dan kesemrawutan yang kami hadirkan dengan kemasan yang khas namun tetap milenial,” tandas Ita yang juga Wakil Walikota Semarang ini.
Menariknya, seluruh transaksi di Galeri Industri Kreatif, tidak dapat menggunakan uang tunai. Semua aktivitas dan transaksinya wajib menggunakan cashless (non tunai) ‘Koin Kota Lama’ yang didukung programnya oleh Bank Jateng.
“Ini dulu awalnya gudang, isinya barang rongsok. Sekarang sudah kami sulap melalui campur tangan banyak pihak dalam proses setahun lebih. Sekarang sudah pecah telor,” ujarnya
Saat Peresmian Galeri Industri Kreatif Semarang, minggu kemarin (26/5) di Gedung PT PPI Galeri Industri Kreatif dan turut hadir juga dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan seluruh OPD kota Semarang.
sumber : semarangkota.go.id

Komentar