Pemkot Semarang : Festival kali Tenggang

#DPUKotaSemarang#PUSemarang#FestivalKaliTenggang#SemarangHebat

Ratusan penonton memadati tepian Kali Tenggang untuk menyaksikan Festival Kali Tenggang di Jalan Tenggang Raya, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (1/9/2019). Tidak hanya warga Tambakrejo saja, warga dari tujuh kelurahan yang ada di Kecamatan Gayamsari turut memeriahkan festival ini. Mereka sangat antusias melihat lomba tangkap bebek di Kali Tenggang.

Sorak sorai bersahut-sahutan dari para penonton untuk memberi dukungan. Sesekali mereka juga tertawa terpingkal-pingkal melihat puluhan pemuda kejar-kejaran dengan bebek-bebek yang telah diterjunkan ke Kali Tenggang.

Selain lomba tangkap bebek, Festival Kali Tenggang ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba lain, amtara lain lomba senam, lomba dayung, dan lomba meniti bambu. Lomb-lomba terusebut juga turut menarik perhatian warga. Bahkan, warga juga sempat tertawa melihat beberapa dayung yang terbalik karena tak bisa menjaga keseimbangan.

Lurah Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Akbar Alinurdin, mengatakan, Festival Kali Tenggang ini merupakan sebuah pesta rakyat untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia. Festival ini sengaja di gelar di Kali Tenggang yang dipusatkan di Jembatan Daendels agar warga Tambakrejo merasa memiliki kali ini sehingga timbul upaya untuk selalu menjaga kebersihan sungai.

"Tambakrejo ini dulu kan masuk daerah Kumuh. Sebelum sungai ini dibangun, dulu warga ada yang BAB di sungai, buang sampah di sungai. Semenjak dibangun, sungai ini bersih, warga sudah tidak membuang sembarangan," papar Akbar.

Festival Kali Tenggang 2019 ini merupakan festival kedua yang telah diselenggarakan. Akbar berencana menjadikan festival ini menjadi agenda tahunan. Dia ingin menjadikan Kali Tenggang menjadi ikon baru di Kota Semarang yang bisa menjadi destinasi wisata.

"Dalam festival ini, kami juga menggandeng para UMKM dari kecamatan Gayamsari agar kawasan ini bisa tumbuh wisatanya maupun perekonomiannya," ujarnya.

Kedepan, dia ingin Festival Kali Tenggang tidak hanya berlangsung satu hari saja, tapi bisa diselenggarakan dua hingga tiga hari.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, juga turut hadir dalam Festival Kali Tenggang. Pihaknya mengaku senang melihat kemeriahan festival ini.

"Saya ingat pada tahun 2015 atau 2016 waktu itu, saya diundang anak-anak muda Kali Tenggang. Mereka protes karena kawasan ini sering rob. Sekarang alhamdulillah sudah bagus. Mudah-mudahan kalau musim hujan juga tidak banjir,"papar Hendi, sapaan akrabnya.

Hendi berpesan kepada seluruh warga untuk dapat menjaga lingkungannya. Jika lingkungannya bersih, Festival Kali Tenggang bisa dikemas lebih meriah, akan banyak warga dari luar yang mengunjungi.

 

"Caranya dirawat dengan baik agar wilayahnya bagus dan resik. Kita buat Tambakrejo top markotop," ucapnya.

Share Berita:

Komentar

Silahkan Login atau Register terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Berita

Posted on 3rd September 2019 10:24:19
Penulis: Administrator